Jumat, 25 September 2015



3 PROFIL ORANG SUKSES KARNA WIRAUSAHA
1.Hj. HARFANA ALWI
Hj. Harfana Alwi atau akrab dipanggil dengan Anha ini merupakan seorang pengusaha sukses asal Kota Bone Sulawesi Selatan dengan Nama Perusahaannya yaitu PT Harfana Halim Indah. Anha ini, lahir di Watampone Kabupaten Bone pada Tanggal 26 September 1990, merupakan anak pertama dari 3 (tiga) bersaudara. Ia termasuk seorang anak yang lahir dari keluarga yang berada, ia memiliki banyak skali skill (kemampuan) dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang kewirausahaan. Sekarang ini, Anha sedang menempuh pendidikannya di Jurusan Kedokteran Umum Universitas Hasanuddin, dibalik kesibukannya tersebut, Ia juga merupakan Pimpinan Utama (Direktur) dari Perusahannya tersebut.
 Perusahaan PT Harfana Halim Indah yang dikelola oleh Harfana ini asal mulanya, ditangani oleh Ayahnya (H.Muhammad Alwi), ia hanya melanjutkan perjuangan dan cita-cita Ayahnya. Usaha ini mempunyai sejarah sebagai Berikut: Usaha ini sebelumnya dibangun oleh Ayah dari Sdri. HJ.Harfana Alwi yaitu H.Muhammad. Alwi yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang gigi. Ia memulai usahanya dengan mengumpulkan modal sedikit demi sedikit ke dalam tabungannya yaitu BRI hingga mencukupi untuk meraih impiannya tersebut. Modal tersebut dikumpulkannya dari usahanya sebagai tukang gigi, dan modal tambahan yang diberikan dari kakek Sdrii HJ.Harfana Alwi yang bekerja sebagai petani. Usaha ini pada awalnya berkembang dengan sangat lambat disebabkan oleh factor modal, namun dengan adanya peminjaman kredit pada Bank, maka usaha ini terus mengalami perkembangan. 
Setelah HJ.Harfana Alwi  berusia 17 tahun, ayahnya mewariskan atau memindahtangankan seluruhnya usaha ini kepadanya. Sehingga ia merasa pada usia tersebut sebagai usia yang menuntunnya untuk menjadi seorang wirausaha dari usaha yang dicetuskan oleh Ayahnya. Selama berada di tangan HJ.Harfana Alwi, usaha ini terus menerus mengalami perkembangan pesat, ia melakukan sedikit perubahan-perubahan pada organisasi usaha ini, dimana perubahan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi calon pembelinya.
          Yang menjadi trik utama dalam usaha Real Estate ini adalah, mencari lokasi atau sasaran pembangunan yang kurang persaingan dalam lokasi tersebut. Seperti di daerah perkotaan yang padat penduduk, namun kurang persaingan pada lokasi tersebut. Dalam usaha ini, dilakukan di daerah Bone, Bombana, dan Palopo. Maka dari hal tersebut, sehingga lahirlah suatu perusahaan yang besar, yang dikelolah oleh tangan-tangan yang terampil pada bidangnya masing-masing.

Berikut ini adalah sekilas tentang Perusahaan PT Harfana Halim Indah:
Jenis Usaha : Real Estate “Pengadaan Jual Beli Rumah dalam lingkungan suatu Perumahan”
Tanggal Berdiri  : Tahun 1985
Tempat Berdiri  : Watampone, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan
Modal awal: Rp. 500.000,-
Sumber Modal          :Tabungan Sendiri (dari Usaha-usaha sebelumnya seperti Usaha Sebagai Tukang Gigi dan tambahan dari orang Tua)
Omset: Rp. 2.000.000.000,-/Bulan
Lokasi Usaha: Tersebar di berbagai Provinsi di Pulau Sulawesi seperti Sulawesi Selatan pada umumnya, Sulawei tenggara, dan Sulawesi Tengara.

Pusat/Kantor Lokasi Usaha:
1.         Jalan Sambaloge Baru Watampone, Kabupaten Bone.
2.         Jalan Poros Palopo-Belopa, Kabupaten Palopo.
3.         Bombana, Sulawesi Tenggara
Nama-nama Perumahan:
1.         BTN Harfana halim Indah Permai
2.         BTN Harfana halim Indah Lestari
3.         BTN Alam Indah Permai
4.         BTN Permata Biru Indah Permai
5.         BTN Bone Biru Indah Permai
6.         Perumnas Tibojong Indah Permai
7.         Taman Anggrek Indah Permai
8.         Bombana Indah Permai
9.         BTN Bombana Harfana Indah Permai
10.       Palopo Harfana Indah Permai

  
2.Chairul Tanjung
Chairul Tanjung (lahir di Jakarta, 16 Juni 1962; umur 50 tahun) adalah pengusaha asal Indonesia. Namanya dikenal luas sebagai usahawan sukses bersama perusahaan yang dipimpinnya, Para Group. Chairul telah memulai berbisnis ketika ia kuliah dari Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya. Perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV dan Bank Mega.
Karier dan kehidupan
Chairul dilahirkan di Jakarta dalam keluarga yang cukup berada. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Chairul berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika Tiba di zaman Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan tersebut memaksa orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal di kamar losmen yang sempit.
Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA Boedi Oetomo pada 1981, Chairul masuk Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (lulus 1987). Ketika kuliah inilah ia mulai masuk dunia bisnis. Dan ketika kuliah juga, ia mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.
 Demi memenuhi kebutuhan kuliah, Ia mulai berbisnis dari awal yakni berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan lainnya di kampusnya. Ia juga membuka usaha foto kopi di kampusnya. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat, tetapi bangkrut.
        Selepas kuliah, Chairul pernah mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada 1987. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi, karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri. Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega.
        Ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan Konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti). Di bawah grup Para, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo. Dan di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.
Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana 99 miliar rupiah. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999. Sementara di bidang investasi, Pada awal 2010, Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp., membeli sebagian besar saham Carefour, yakni sejumlah 40 persen. Mengenai proses pembelian Carrefour, MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis.
          Majalah ternama Forbes merilis daftar orang terkaya dunia 2010. Sebagai sebuah pencapaian, menurut majalah tersebut, Chairul Tanjung termasuk salah satu orang terkaya dunia asal Indonesia. Forbes menyatakan bahwa Chairul Tanjung berada di urutan ke 937 dunia dengan total kekayaan US$ 1 miliar. Tahun 2011, menurut Forbes Chairul Tanjung menduduki peringkat 11 orang terkaya di Indonesia, dengan total kekayaan US$ 2,1 miliar.
           Pada tanggal 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam .
Berikut selengkapnya latar belakang pendidikan seorang Chairul Tanjung.
Ø  SD Van Lith, Jakarta (1975)
Ø  SMP Van Lith, Jakarta (1978)
Ø  SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
Ø  Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987) Executive IPPM (MBA; 1993)

3.Jakob Oetama
            Dr (HC) Jakob Oetama (lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931; umur 81 tahun), adalah wartawan dan salah satu pendiri Surat Kabar Kompas. Saat ini ia merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN.
            Jakob adalah putra seorang pensiunan guru di Sleman, Yogyakarta. Setelah lulus SMA (Seminari) di Yogyakarta, ia mengajar di SMP Mardiyuwana (Cipanas, Jawa Barat) dan SMP Van Lith Jakarta. Tahun 1955, ia menjadi redaktur mingguan Penabur di Jakarta.
Jakob kemudian melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Sosial Politik UGM Yogyakarta.
Karir jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956 dan berlanjut dengan mendirikan majalah Intisari tahun 1963 bersama P.K. Ojong, yang mungkin diilhami majalah Reader's Digest dari Amerika. Dua tahun kemudian, 28 Juni 1965, bersama Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas yang dikelolanya hingga kini. Tahun 80-an Kompas Gramedia Group mulai berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi. Saat ini, Kompas Gramedia Group memiliki beberapa anak perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media massa, toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV hingga universitas.
Pendidikan
·         SD, Yogyakarta (1945)
·         SMA Seminari, Yogyakarta (1951)
·         Sekolah Guru Jurusan B-1 Ilmu Sejarah, Jakarta (1956)
·         Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta (1959) Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada (1961)

Pengalaman Bekerja
Ø  Guru SMP Mardijuwana, Cipanas (1952-1953)
Ø  Guru Sekolah Guru Bantu (SGB), Bogor (1953-1954)
Ø  Guru SMP Van Lith, Jakarta (1954-1956)
Ø  Redaktur Mingguan Penabur (1956-1963)
Ø  Ketua Editor majalah bulanan Intisari
Ø  Ketua Editor harian Kompas
Ø  Pemimpin Umum/Redaksi Kompas
Ø  Presiden Direktur Kompas Gramedia
Ø  Presiden Komisaris Kompas Gramedia
Karya Tulis
·         Kedudukan dan Fungsi Pers dalam Sistem Demokrasi Terpimpin (skripsi di Fisipol UGM tahun 1962)
·         Dunia Usaha dan Etika Bisnis (Penerbit Buku Kompas, 2001)
·         Berpikir Ulang tentang Keindonesiaan (Penerbit Buku Kompas, 2002).
·         Bersyukur dan Menggugat Diri (Penerbit Buku Kompas, 2009)
Keanggotaan Organisasi
Ø  Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Ø  Anggota DPR Utusan Golongan Pers
Ø  Pendiri dan Anggota Dewan Kantor Berita Nasional Indonesia
Ø  Anggota Dewan Penasihat PWI
Ø  Anggota Dewan Federation Internationale Des Editeurs De Journaux (FIEJ)
Ø  Anggota Asosiasi International Alumni Pusat Timur Barat Honolulu, Hawai, Amerika Serikat
Ø  Ketua Bidang Organisasi dan Manajemen Serikat Penerbit Surat Kabar.
Ø  Jakob Oetama telah banyak berbagi pengalaman untuk para wirausahawan yang ada di tanah air, sehingga banyak orang yang sukses karena mengadopsi semangat perjuangan beliau. 
PROFIL ORANG SUKSES KARENA BEKERJA
1.       Dahlan Iskan
Lahir di Magetan pada tanggal 17 Agustus 1951. Saat ini (2012) adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia Kabinet indonesia Bersatu di bawah pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak 19 Oktober 2011 lalu, Dahlan Iskan resmi menjabat, menggantikan Mustafa Abubakar.

Seperti judul sebuah artikel terbitan Kompas.com, Dahlan Iskan, Anak Miskin yang jadi Menteri, Dahlan Iskan menghabiskan masa kecilnya di sebuah pedesaan. Pada saat itu, hidupnya serba kekurangan. Orang tua Dahlan Iskan bahkan tidak mengingat kapan Dahlan Iskan lahir, sehingga dia sendiri memilih tanggal kelahirannya, yaitu 17 Agustus 1951, sesuai dengan Hari Kemerdekaan RI, agar mudah diingat.

Sebelum dikenal sebagai sosok penting bagi perkembangan Indonesia saat ini, Dahlan Iskan adalah seorang reporter surat kabar di Samarinda, Kalimantan Selatan. Satu tahun kemudian, 1976, Dahlan Iskan beralih profesi menjadi seorang wartawan majalah Tempo. Karirnya berkembang dengan baik, sehingga pada tahun 1982, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pimpinan surat kabar Jawa Pos hingga sekarang (2012).

Dahlan Iskan merupakan seorang sosok penting dalam revitalisasi Jawa Pos. Pada saat itu, Jawa Pos yang dapat dikatakan hampir mati mampu berkembang dan mencapai oplah hingga 300.000 dari 6.000 eksemplar dalam kurun waktu lima tahun. Lima tahun kemudian, terbentuklah Jawa Pos News Network (JPNN) yang menaungi 134 surat kabar, tabloid, dan majalah. Selain itu, JPNN juga memiliki 40 jaringan percetakan di seluruh Indonesia. Kemudian pada tahun 1997, Dahlan Iskan mendirikan Graha Pena di Surabaya.

Selain jurnalistik, Dahlan Iskan juga mendirikan stasiun televisi lokal JTV (Jawa Timur TV) di Surabaya pada tahun 2002. Stasiun TV serupa didirikan di Batam dan di Riau dengan nama BatamTV dan RiauTV.

Pada awal 2009, Dahlan Iskan mulai mengembangkan karirnya dengan menjabat sebagai komisaris PR Fangbian Iskan Corporindo (FIC). Perusahaan tersebut membangun Sambungan Komunikasi Kabel laut (SKKL) antara Surabaya dan Hong Kong dengan panjang serat optik 4.300 kilometer.

Selain sambungan komunikasi, Dahlan Iskan juga memiliki banyak rencana cemerlang untuk sambungan listrik. Sejak akhir tahun 2009, Dahlan Iskan memimpin PLN. Dia menggantikan Fahmi Mochtar sebagai Direktur Utama PLN yang sebelumnya menuai kritikan pedas akibat seringnya lampu mati di daerah Jakarta. Sehubungan dengan hal tersebut, Dahlan Iskan mencanangkan gebrakan bebas byar pet dalam 6 bulan untuk seluruh wilayah Indonesia. Lalu, dia juga mencanangkan gerakan sehari sejuta sambungan. Setelah itu, dia merencanakan pembangunan PLTS untuk 100 pulau di Indonesia Bagian Timur untuk daerah Pulau Banda, Manado, Derawan, Wakatobi, dan Citrawangan. Selain itu, Dahlan Iskan juga merupakan presiden direktur PT Cahaya Fajar Kaltim dan PT prima Electric Power di Surabaya; perusahaan pembangkit listrik swasta.

Prestasi Dahlan Iskan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam listrik, tentunya, mendapatkan respon positif dari pemerintah. Pada 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan terpilih sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menggantikan Mustafa Abubakar yang sakit. Pada saat itu bisa dibilang Dahlan Iskan berat untuk menerima tawaran tersebut karena dia sedang berada di puncak semangat untuk memperbarui sistem PLN. Dalam karirnya sebagai Menteri BUMN, target awal Dahlan Iskan adalah menyusutkan jumlah BUMN dalam program rekstrukturisasi aset negara. Rencana tersebut menunggu persetujuan Menteri Keuangan.

Selain profesi tersebut, Dahlan Iskan adalah seorang penulis. Dia menulis "Ganti Hati" pada tahun 2008 silam, berdasarkan pengalamannya cangkok hati di Tiongkok.

Pada Desember 2012, Dahlan memperkenalkan secara resmi mobil sport listrik buatan anak bangsa Tucuxi   di Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan. Pembuatan mobil listrik, baik yang berkonsep citycar maupun Tucuxi, merupakan proyek pribadinya. Meski masih menjadi proyek pribadi, ke depan pemerintah menginginkan agar mobil listrik bisa diproduksi secara massal dan bisa menjadi mobil nasional di masa mendatang.
Namun sayang, saat menjajal mobil listrik yang dikemudikan Dahlan Iskan dan mekaniknya Ricky itu mengalami kecelakaan di Magetan setelah mengalami masalah pada rem pada 5 Januari 2013. Beruntung keduanya tidak mengalami cedera berarti.

Pada 8 Juli 2013, Dahlan menerima gelar honoris causa di bidang komunikasi dan penyiaran Islam dari IAIN Walisongo Semarang. Rektor IAIN Walisongo Semarang menilai Dahlan sebagai sosok inspiratif, akademisi, pengambil kebijakan dan implementor program. Walau tidak menyelesaikan pendidikan di IAIN tapi bisa sukses di bidang usaha dan pemerintahan.

Dahlan mengiukuti konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Namun dia berjanji tidak akan menggunakan Grup Jawa Pos untuk kepentingannya di konvensi.Dia akan menjaga profesionalitas medianya dalam pemberitaan konvensi.

Last update 1 September  2013 pukul 18:04
Riset dan Analisa oleh Nastiti Primadyastuti
PENDIDIKAN
  • SDN Desa Bukur, Jiwan, Madiun
  • Madrasah Tsanawiyah Pesantren Saibul Muttaqin, Magetan
  • Madrasah Aliyaj Pesantren Sabibul Muttaqin, Magetan
  • Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Cabang Samarinda (tidak tamat)
KARIR
  • 2011, Menteri Badan Usaha Milik Negara
  • 2009, Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara 
  • 2009, Dahlan sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC) 
  • 2002, Mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya 
  • 1982, Pimpinan surat kabar Jawa Pos 
  • 1976, Wartawan majalah Tempo.  
PENGHARGAAN
  • Penghargaan dari Charta Politika Award III dalam kategori sebagai pimpinan kementerian paling berpengaruh selama tahun 2011
  • “Inspiring Leader” Award dari harian Seputar Indonesia (Koran Sindo)
  • Soegeng Sarjadi Award
2. BUYA HAMKA ( 1908 M – 1981 M )
A. PROFIL
Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan Hamka, yakni singkatan namanya, (lahir di Maninjau, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun)[1] adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, ahli filsafat, dan aktivis politik.[2] Ia baru dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia setelah dikeluarkannya Keppres No. 113/TK/Tahun 2011 pada tanggal 9 November 2011.
Hamka merupakan salah satu orang Indonesia yang paling banyak menulis dan menerbitkan buku. Oleh karenanya ia dijuluki sebagai Hamzah Fansuri di era modern.[3] Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan untuk orang Minangkabau yang berasal dari kata abi atau abuya dalam bahasa Arab yang berarti ayahku atau seseorang yang dihormati.
Ayahnya adalah Haji Abdul Karim bin Amrullah, pendiri Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Sementara ibunya adalah Siti Shafiyah Tanjung. Dalam silsilah Minangkabau, ia berasal dari suku Tanjung, sebagaimana suku ibunya.


B..Jejak Intelektual
Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, bangunannya merupakan rumah tempat Hamka dilahirkan. Hamka merupakan cucu dari Tuanku Kisai mendapat pendidikan rendah pada usia 7 tahun di Sekolah Dasar Maninjau selama dua tahun. Ketika usianya mencapai 10 tahun, ayahnya mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka kemudian mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab, salah satu pelajaran yang paling disukainya.[4] Melalui sebuah perpustakaan yang dimiliki oleh salah seorang gurunya, Engku Dt. Sinaro, bersama dengan Engku Zainuddin, Hamka diizinkan untuk membaca buku-buku yang ada diperpustakaan tersebut, baik buku agama maupun sastra.
Hamka mulai meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu di Pulau Jawa, sekaligus ingin mengunjungi kakak iparnya, Ahmad Rasyid Sutan Mansur yang tinggal di Pekalongan, Jawa Tengah. Untuk itu, Hamka kemudian ditumpangkan dengan Marah Intan, seorang saudagar Minangkabau yang hendak ke Yogyakarta. Sesampainya di Yogyakarta, ia tidak langsung ke Pekalongan. Untuk sementara waktu, ia tinggal bersama adik ayahnya, Ja’far Amrullah di kelurahan Ngampilan, Yogyakarta. Barulah pada tahun 1925, ia berangkat ke Pekalongan, dan tinggal selama enam bulan bersama iparnya, Ahmad Rasyid Sutan Mansur.[5]
Pada tahun 1927, Hamka berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Sekembalinya dari Mekkah, dalam suatu rapat adat niniak mamak nagari Sungai Batang, kabupaten Agam, Engku Datuk Rajo Endah Nan Tuo, memaklumkan Hamka dengan gelar Datuk Indomo, yang merupakan gelar pusaka turun temurun dalam suku Tanjung. Pada tahun 1950, Hamka kembali ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya.
Pada tanggal 5 April 1929, Hamka dinikahkan dengan Siti Raham binti Endah Sutan, yang merupakan anak dari salah satu saudara laki-laki ibunya. Dari perkawinannya dengan Siti Raham, ia dikaruniai 11 orang anak. Mereka antara lain Hisyam, Zaky, Rusydi, Fakhri, Azizah, Irfan, Aliyah, Fathiyah, Hilmi, Afif, dan Syakib. Setelah istrinya meninggal dunia, satu setengah tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1973, ia menikah lagi dengan seorang perempuan bernama Hj. Siti Khadijah. Menjelang akhir hayatnya ia mengangkat Jusuf Hamka, seorang muallaf, peranakan Tionghoa-Indonesia sebagai anak.[6]
C..Karier
Hamka mula-mula bekerja sebagai guru agama di Padang Panjang pada tahun 1927. Kemudian ia mendirikan cabang Muhammadiyah di Padang Panjang dan mengetuai cabang Muhammadiyah tersebut pada tahun 1928. Pada tahun 1931, ia diundang ke Bengkalis untuk kembali mendirikan cabang Muhammadiyah. Dari sana ia melanjutkan perjalanan ke Bagansiapiapi, Labuhan Bilik, Medan, dan Tebing Tinggi, sebagai mubaligh Muhammadiyah. Pada tahun 1932 ia dipercayai oleh pimpinan Muhammadiyah sebagai mubaligh ke Makassar, Sulawesi Selatan.[7] Ketika di Makassar, sambil melaksanakan tugasnya sebagai seorang mubaligh Muhammadiyah, ia memanfaatkan masa baktinya dengan sebaik-baiknya, terutama dalam mengembangkan lebih jauh minat sejarahnya. Ia mencoba melacak beberapa manuskrip sejarawan muslim lokal. Bahkan ia menjadi peneliti pribumi pertama yang mengungkap secara luas riwayat ulama besar Sulawesi Selatan, Syeikh Muhammad Yusuf al-Makassari. Bukan itu saja, ketika di Makassar ia juga mencoba menerbitkan majalah pengetahuan Islam yang terbit sekali sebulan. Majalah tersebut diberi nama "al-Mahdi".[8]
Pada tahun 1934, Hamka meninggalkan Makassar dan kembali ke Padang Panjang, kemudian berangkat ke Medan. Di Medan—bersama M. Yunan Nasution—ia mendapat tawaran dari Haji Asbiran Ya'kub, dan Mohammad Rasami (mantan sekretaris Muhammadiyah Bengkalis) untuk memimpin majalah mingguan Pedoman Masyarakat.[9] Pada majalah ini untuk pertama kali ia memperkenalkan nama pena Hamka,[10] melalui rubrik Tasawuf modern, tulisannya telah mengikat hati para pembacanya, baik masyarakat awam maupun kaum intelektual, untuk senantiasa menantikan dan membaca setiap terbitan Pedoman Masyarakat. Pemikiran cerdas yang dituangkannya di Pedoman Masyarakat merupakan alat yang sangat banyak menjadi tali penghubung antara dirinya dengan kaum intelektual lainnya, seperti Natsir, Hatta, Agus Salim, dan Muhammad Isa Anshary.
Pada tahun 1945 Hamka kembali ke Padang Panjang. Sesampainya di Padang Panjang, ia dipercayakan untuk memimpin Kulliyatul Muballighin dan menyalurkan kemampuan jurnalistiknya dengan menghasilkan beberapa karya tulis. Di antaranya: Negara Islam, Islam dan Demokrasi, Revolusi Pikiran, Revolusi Agama, Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi, dan Dari Lembah Cita-Cita. Pada tahun 1949, Hamka memutuskan untuk meninggalkan Padang Panjang menuju Jakarta. Di Jakarta, ia menekuni dunia jurnalistik dengan menjadi koresponden majalah Pemandangan dan Harian Merdeka. Pada tahun 1950, setalah menunaikan ibadah haji untuk kedua kalinya, Hamka melakukan kunjungan ke beberapa negara Arab. Di sana, ia dapat bertemu langsung dengan Thaha Husein dan Fikri Abadah. Sepulangnya dari kunjungan tersebut, ia mengarang beberapa buku roman. Di antaranya Mandi Cahaya di Tanah Suci, Di Lembah Sungai Nil, dan Di Tepi Sungai Dajlah. Ia kemudian mengarang karya otobiografinya, Kenang-Kenangan Hidup pada tahun 1951,[11] dan pada tahun 1952 ia mengunjungi Amerika Serikat atas undangan pemerintah setempat.[12]
C..Politik
Hamka juga aktif di kancah politik melalui Masyumi.[13] Pada Pemilu 1955, Hamka terpilih menjadi anggota konstituante mewakili Jawa Tengah. Akan tetapi pengangkatan tersebut ditolak karena merasa tempat tersebut tidak sesuai baginya. Atas desakan kakak iparnya, Ahmad Rasyid Sutan Mansur, akhirnya Hamka menerima untuk diangkat menjadi anggota konstituante. Sikapnya yang konsisten terhadap agama, menyebabkannya acapkali berhadapan dengan berbagai rintangan, terutama terhadap beberapa kebijakan pemerintah. Keteguhan sikapnya ini membuatnya dipenjarakan oleh Soekarno dari tahun 1964 sampai 1966. Pada awalnya, Hamka diasingkan ke Sukabumi, kemudian ke Puncak, Megamendung, dan terakhir dirawat di rumah sakit Persahabatan Rawamangun, sebagai tawanan. Di dalam penjara ia mulai menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya.[14]
Pada tahun 1977, Hamka dipilih sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia yang pertama. Semasa jabatannya, Hamka mengeluarkan fatwa yang bersisi penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang akan memberlakukan RUU Perkawinan tahun 1973, dan mengecam kebijakan diperbolehkannya merayakan Natal bersama umat Nasrani. Meskipun pemerintah mendesaknya untuk menarik kembali fatwanya tersebut dengan diiringi berbagai ancaman, Hamka tetap teguh dengan pendiriannya.[15] Akan tetapi, pada tanggal 24 Juli 1981, Hamka memutuskan untuk melepaskan jabatannya sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia, karena fatwanya yang tidak kunjung dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.[16]
D..Sastrawan
Hamka juga merupakan seorang wartawan, penulis, editor, dan penerbit. Sejak tahun 1920-an, Hamka menjadi wartawan beberapa buah surat kabar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam, dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, ia menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, ia menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makassar. Hamka juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat, dan Gema Islam.[17]
Hamka adalah seorang otodidak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, ia dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti, dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, ia meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx, dan Pierre Loti.
Hamka juga banyak menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya lain seperti novel dan cerpen. Pada tahun 1928, Hamka menulis buku romannya yang pertama dalam bahasa Minang dengan judul Si Sabariah. Kemudian, ia juga menulis buku-buku lain, baik yang berbentuk roman, sejarah, biografi dan otobiografi, sosial kemasyarakatan, pemikiran dan pendidikan, teologi, tasawuf, tafsir, dan fiqih. Karya ilmiah terbesarnya adalah Tafsir al-Azhar. Di antara novel-novelnya seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Ka'bah, dan Merantau ke Deli juga menjadi perhatian umum dan menjadi buku teks sastra di Malaysia dan Singapura. Beberapa penghargaan dan anugerah juga ia terima, baik peringkat nasional maupun internasional.
Pada tahun 1959, Hamka mendapat anugerah gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas al-Azhar, Cairo. atas jasa-jasanya dalam penyiaran agama Islam dengan menggunakan bahasa Melayu. Kemudian pada 6 Juni 1974, kembali ia memperoleh gelar kehormatan tersebut dari Universitas Nasional Malaysia pada bidang kesusasteraan, serta gelar Profesor dari Universitas Prof. Dr. Moestopo.[18]
E..Karya-Karya
\Keistimewaan Pak Hamka ialah kebolehannya menulis novel dan menghasilkan kitab-kitab agama yang terkenal. Berikut buku karangan tersebut:
1)      Kenang-Kenangan Hidup, 4 Jilid, Jakarta: Bulan Bintang, 1979.
2)      Ayahku (Riwayat Hidup Dr. H. Abdul Karim Amrullah dan Perjuangannya), Jakarta: Pustaka Wijaya, 1958.
3)      Khatib al-Ummah, 3 Jilid, Padang Panjang, 1925.
4)      Islam dan Adat, Padang Panjang: Anwar Rasyid, 1929.
5)      Kepentingan Melakukan Tabligh, Padang Panjang: Anwar Rasyid, 1929.
6)      Majalah Tentera, 4 nomor, Makassar, 1932.
\7)      Majalah al-Mahdi, 9 nomor, Makassar, 1932.
8)      Bohong di Dunia, cet. 1, Medan: Cerdas, 1939.
9)      Agama dan Perempuan, Medan: Cerdas, 1939.
10)  Pedoman Mubaligh Islam, cet. 1, Medan: Bukhandel Islamiah, 1941.
11)  Majalah Semangat Islam, 1943.
12)  Majalah Menara, Padang Panjang, 1946.
13)  Hikmat Isra’ Mi’raj, 1946 (tempat dan penerbit tidak diketahui).
14)  Negara Islam, 1946 (tempat dan penerbit tidak diketahui),
15)  Islam dan Demokrasi, 1946 (tempat dan penerbit tidak diketahui),
16)  Revolusi Fikiran, 1946 (tempat dan penerbit tidak diketahui),
17)  Dibandingkan Ombak Masyarakat, 1946 (tempat dan penerbit tidak diketahui),
18)  Muhammadiyah Melalui Tiga Zaman, Padang Panjang: Anwar Rasyid, 1946.
19)  Revolusi Agama, Padang Panjang: Anwar Rasyid, 1946.
20)  Sesudah Naskah Renville, 1947 (tempat dan penerbit tidak diketahui).
21)  Tinjauan Islam Ir. Soekarno, Tebing Tinggi, 1949.
22)  Pribadi, 1950 (tempat dan penerbit tidak diketahui).
23)  Falsafah Hidup, cet. 3, Jakarta: Pustaka Panji Masyarakat, 1950.
24)  Falsafah Ideologi Islam, Jakarta: Pustaka Wijaya, 1950.
25)  Urat Tunggang Pancasila, Jakarta: Keluarga, 1951.
26)  Pelajaran Agama Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1952.
27)  K.H. A. Dahlan, Jakarta: Sinar Pujangga, 1952.
28)  Perkembangan Tashawwuf dari Abad ke Abad, cet. 3, Jakarta: Pustaka Islam, 1957.
29)  Pribadi, Jakarta: Bulan Bintang, 1959.
30)  Pandangan Hidup Muslim, Jakarta: Bulan Bintang, 1962.
31)  Lembaga Hidup, cet. 6, Jakarta: Jayamurni, 1962 (kemudian dicetak ulang di Singapur oleh Pustaka Nasional dalam dua kali cetakan, pada tahun 1995 dan 1999).
32)  1001 Tanya Jawab tentang Islam, Jakarta: CV. Hikmat, 1962.
33)  Cemburu, Jakarta: Firma Tekad, 1962.
34)  Angkatan Baru, Jakarta: Hikmat, 1962.
35)  Ekspansi Ideologi, Jakarta: Bulan Bintang, 1963.
36)  Pengaruh Muhammad Abduh di Indonesia, Jakarta: Tintamas, 1965 (awalnya merupakan naskah yang disampakannya pada orasi ilmiah sewaktu menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas al-Azhar Mesir, pada 21 Januari 1958).
37)  Sayyid Jamaluddin al-Afghani, Jakarta: Bulan Bintang, 1965.
38)  Lembaga Hikmat, cet. 4, Jakarta: Bulan Bintang, 1966.
39)  Dari Lembah Cita-Cita, cet. 4, Jakarta: Bulan Bintang, 1967.
40)  Hak-Hak Azasi Manusia Dipandang dari Segi Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1968.
41)  Gerakan Pembaruan Agama (Islam) di Minangkabau, Padang: Minang Permai, 1969.
42)  Hubungan antara Agama dengan Negara menurut Islam, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1970.
43)  Islam, Alim Ulama dan Pembangunan, Jakarta: Pusat dakwah Islam Indonesia, 1971.
44)  Islam dan Kebatinan, Jakarta: Bulan Bintang, 1972.
45)  Mengembalikan Tasawuf ke Pangkalnya, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1973.
46)  Beberapa Tantangan terhadap Umat Islam di Masa Kini, Jakarta: Bulan Bintang, 1973.
47)  Kedudukan Perempuan dalam Islam, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1973.
48)  Muhammadiyah di Minangkabau, Jakarta: Nurul Islam, 1974.
49)  Tanya Jawab Islam, Jilid I dan II cet. 2, Jakarta: Bulan Bintang, 1975.
50)  Studi Islam, Aqidah, Syari’ah, Ibadah, Jakarta: Yayasan Nurul Iman, 1976.
51)  Perkembangan Kebatinan di Indonesia, Jakarta: Yayasan Nurul Islam, 1976.
52)  Tasawuf, Perkembangan dan Pemurniannya, cet. 8, Jakarta: Yayasan Nurul Islam, 1980.
53)  Ghirah dan Tantangan Terhadap Islam, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982.
54)  Kebudayaan Islam di Indonesia, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982.
55)  Lembaga Budi, cet. 7, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983.
56)  Tasawuf Modern, cet. 9, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983.
57)  Doktrin Islam yang Menimbulkan Kemerdekaan dan Keberanian, Jakarta: Yayasan Idayu, 1983.
58)  Islam: Revolusi Ideologi dan Keadilan Sosial, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1984.
59)  Iman dan Amal Shaleh, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1984.
60)  Renungan Tasawuf, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1985.
61)  Filsafat Ketuhanan, cet. 2, Surabaya: Karunia, 1985.
62)  Keadilan Sosial dalam Islam, Jakarta: Pustaka Antara, 1985.
63)  Tafsir al-Azhar, Juz I sampai Juz XXX, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1986.
64)  Prinsip-prinsip dan Kebijaksanaan Dakwah Islam, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1990.
65)  Tuntunan Puasa, Tarawih, dan Idul Fitri, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1995.
66)  Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi, Jakarta: Tekad, 1963.
67)  Islam dan Adat Minangkabau, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1984.
68)  Mengembara di Lembah Nil, Jakarta: NV. Gapura, 1951.
69)  Di Tepi Sungai Dajlah, Jakarta: Tintamas, 1953.
70)  Mandi Cahaya di Tanah Suci, Jakarta: Tintamas, 1953.
71)  Empat Bulan di Amerika, 2 Jilid, Jakarta: Tintamas, 1954.
72)  Merantau ke Deli, cet. 7, Jakarta: Bulan Bintang, 1977 (ditulis pada tahun 1939).
73)  Si Sabariah (roman dalam bahasa Minangkabau), Padang Panjang: 1926.
74)  Laila Majnun, Jakarta: Balai Pustaka, 1932.
75)  Salahnya Sendiri, Medan: Cerdas, 1939.
76)  Keadilan Ilahi, Medan: Cerdas, 1940.
77)  Angkatan Baru, Medan: Cerdas, 1949.
78)  Cahaya Baru, Jakarta: Pustaka Nasional, 1950.
79)  Menunggu Beduk Berbunyi, Jakarta: Firma Pustaka Antara, 1950.
80)  Terusir, Jakarta: Firma Pustaka Antara, 1950.
81)  Di Dalam Lembah Kehidupan (kumpulan cerpen), Jakarta: Balai Pustaka, 1958.
82)  Di Bawah Lindungan Ka'bah, cet. 7, Jakarta: Balai Pustaka, 1957.
      83)  Tuan Direktur, Jakarta: Jayamurni, 1961.
84)  Dijemput Mamaknya, cet. 3, Jakarta: Mega Bookstrore, 1962.
85)  Cermin Kehidupan, Jakarta: Mega Bookstrore, 1962.
86)  Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, cet. 13, Jakarta: Bulan Bintang, 1979.
87)  Pembela Islam (Tarikh Sayyidina Abubakar Shiddiq), Medan: Pustaka Nasional, 1929.
88)  Ringkasan Tarikh Ummat Islam, Medan: Pustaka Nasional,1929.
89)  Sejarah Islam di Sumatera, Medan: Pustaka Nasional, 1950.
90)  Dari Perbendaharaan Lama, Medan: M. Arbi, 1963.
91)  Antara Fakta dan Khayal Tuanku Rao, cet. 1, Jakarta: Bulan Bintang, 1974.
92)  Sejarah Umat Islam, 4 Jilid, Jakarta: Bulan Bintang, 1975.
93)  Sullam al-Wushul; Pengantar Ushul Fiqih (terjemahan karya Dr. H. Abdul Karim Amrullah),     Jakarta: Pustaka Panjimas, 1984.
94)  Margaretta Gauthier (terjemahan karya Alexandre Dumas), cet. 7, Jakarta: Bulan Bintang, 1975.[19]
Hasil tulisan beliau ini banyak memberi petunjuk dan ilham kepada para pembacanya. Malah karya-karya Almarhum Pak Hamka mampu membangkit semangat perjuangan seperti karya-karyanya dalam majalah selepas perang. Majalah Panji Masyarakat sendiri telah telah diharamkan oleh pemerintahan Sukarno dalam tahun 1960 yaitu setahun selepas penerbitannya. Bagaimanapun, majalah ini diterbitkan semula dalam pemerintahan order baru Suharto tahun 1966.
Pak Hamka pernah dipenjarakan awal tahun 1960an. Zaman pemerintahan Sukarno dan ketika komunis bermaharajalela, selain ditangkap buku-buku Almarhum ada yang dibakar. Di dalam penjara inilah, beliau melahirkan kitab Tafsir Al Azhar yang menjadi bacaan untuk umat sekarang. Penahanan batang tubuhnya dalam sangkar besi itu tidak dapat membunuh semangatnya untuk beribadah kepada Tuhannya. Penyusun pernah membaca kisah riwayat Presiden Sukarno yang penuh kontroversi itu. Dinyatakan apabila bekas Presiden itu meninggal dunia, Pak Hamka telah dijemput dan dirayu supaya mengimami sholat jenazah Sukarno. Peringkat awalnya, Almarhum agak keberatan menunaikannya kerana sikap Sukarno masa hidupnya amat dipertikaikan. Namun apabila teringat tentang sifat Allah yang Maha Pengampun untuk mengampun dosa-dosa hambaNya. Buya Hamka maju juga ke hadapan untuk mengetuai sholat jenazah itu, dikatakan saat akhir hidupnya Sukarno mulai kembali kepada fitrah mengingati penciptanya.
F..Wafatnya
Ulama istimewa ini kembali menemui Al Khaliqnya sewaktu berusia 72 tahun pada 24 Juli 1981. Almarhum mengalami serangan penyakit jantung. Dan Beliau dikebumikan di TPU tanah Kusir, Jakarta Selatan. Penyusun berharap agar paparan kisah hidup tokoh nusantara yang agung ini dapat mengimbau kembali kenangan kita terhadap Pak Hamka yang dikasihi dan kita tidak rugi apabila mengingati orang-orang yang soleh karena ia dapat mendatangkan rahmah. Rasulullah sendiri pernah bersabda: “ Sesungguhnya perbandingan ulama di bumi sepertilah bintang- bintang di langit yang boleh dijadikan panduan di dalam kegelapan di bumi dan di laut..” Golongan yang coba mengelak diri dari mendampingi ulama atau memusuhi mereka yang ikhlas untuk memandu kita di dunia ini perlulah berwaspada. Ingatlah, peringatan Allah SWT dalam Hadith Qudsi :“ Barang siapa memusuhi waliKu ( ulama), maka Aku akan mengumumkankan perang terhadapnya” ( Riwayat Al Bukhari). Beliau Adalah Tokoh Ulama Indonesia Yang dikagumi dan disegani baik oleh kawan dan lawan.[20]

3. Mario Teguh  
Profil Mario teguh
Mario teguh merupakan seorang motivator yang sangat terkenal di Indonesia. Nama asli dari Mario Teguh adalah Sis Maryono Teguh. Dia lebih kenal dengan nama Mario Teguh. Keahliannya dalam merangkai kata-kata bijak membuat daya tarik tersendiri bagi pria kelahiran Makassar ini. Mario Teguh lahir pada tanggal 5 Maret 1986. Beliau belajar di IKIP Malang untuk program S1 dengan mengambil konsentrasi dalam bidang pendidikan. Beliau lahir dari seorang ibu yang bernama Siti Maria dan seorang ayah yang bernama Gozali Teguh. Di awal karirnya setelah menyelesaikan kuliahnya, Mario Teguh mengawalinya karirnya bukan menjadi seorang entertainment melainkan menjadi seorang professional di City Bank. Sekaligus beliau menjadi Head of Manager di BIMC, Zamre Ab. Wahab.

Profil dan Biografi Mario Teguh pendidikan tidak hanya dilakukan di IKIP Malang akan tetapi media juga belajar di perguruan tinggi yang terdapat diluar negeri yaitu Sophia University yang terdapat di Tokyo. Konsentrasi yang diambil yaitu bidang International Bussines. Ternyata Mario Teguh juga bersekolah di New Trier West High Di Chicago. Pengalaman yang dimiliki memang sangatlah luas. Jadi tak heran jika dia mampu menjadi seorang yang handal saat ini.

Profil dan Biografi Mario Teguh menjadi salah satu pengisi acara yang berada di salah satu stasiun TV. Acara yang dibawakannya juga merupakan acara yang dapat memotivasi serta menginspirasi para penonton yang menyaksikannya. Acara yang dipandunya yaitu Golden Ways. Acara tersebutlah yang membawakan dirinya menjadi sangat dikenal oleh public. Cara pembawaannya yang berwibawa namun tetap santai menjadi ciri khasnya ketika membawakan acara ini. Kepopulerannya tidak lepas dari berbagai kata kata bijak yang dikeluarkannya yang membuat orang takjub mendengarnya.

Profil dan Biografi Mario Teguh mendapatkan berbagai penghargaan yang diraihnya antara lain: beliau mendapatkan penghargaan dari MURI pada tahun 2003 karena telah mengadakan sebuah seminar yang memberikan door prize sebuah mobil. Ini merupakan door prize pertama terbesar di Indonesia dalam sebuah seminar. Selain itu pada tahun 2010, Mario Teguh mendapatkan penghargaan dari surat kabar Republika sebagai tokoh perubahan pada tahun 2009. Mario Teguh membuat beberapa buku yang laris dipasaran antara lain buku yang berjudul Becoming a Star, One Million Second Chances, Life Changer dan Leadership Golden Ways.
PENGALAMAN KARIR MARIO TEGUH


  • BIMC sebagai Head of Manager, Zamre Ab. Wahab
  • Citibank Indonesia (1983–1986) sebagai Head of Sales
  • BSB Bank (1986–1989) sebagai Manager Business Development
  • Aspac Bank (1990–1994) sebagai Vice President Marketing & Organization Development
  • Exnal Corp Jakarta (1994–sekarang) sebagai CEO dan Senior Consultant
  • Spesialisasi: Business Effectiveness Consultant
PENDIDIKAN MARIO TEGUH
  • Jurusan Arsitektur New Trier West High (setingkat SMA) di Chicago, Amerika Serikat, 1975.
  • Jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang (S-1).
  • Jurusan International Business, Sophia University, Tokyo, Jepang.
  • Jurusan Operations Systems, Indiana University, Amerika Serikat, 1983 (MBA)
BUKU MARIO TEGUH
  • Becoming a Star (2006)
  • One Million Second Chances (2006)
  • Life Changer (2009)
  • Leadership Golden Ways (2009)
PENGHARGAAN MARIO TEGUH
  • 2010 | Satu dari 8 Tokoh Perubahan 2009 versi Republika.
  • 2010 | Museum Rekor Indonesia sebagai motivator dengan halaman penggemar Facebook terbesar di Indonesia.
  • 2003 | Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai penyelenggara seminar berhadiah mobil pertama di Indonesia. 



PERBANDINGAN KARAKTER ANTARA ORANG YANG SEKSES KARENA WIRAUSAHA DAN ORANG YANG SUKSES KARRENA BEKERJA
KARAKTERISTIK ORANG YANG SUKSES KARNA WIRAUSAHA
1.       Seorang wirausaha mampu menciptakan inovasi-inovasi baru
2.       Memulai usaha dari nol dengan bermodalkan tekat, kemampuan dan rasa percaya diri
3.       Pantang menyerah dan tidak mudah putus asa
4.       Tetap sabar walaupun kadang usahanya bangkrut dan terus optimis sehingga usahanya bisa sukses kembali
5.       Tekun
6.       Pekerja keras tidak mengenal lelah demi kesuksesan usahanya
7.       Disiplin
KARAKTERISTIK ORANG YANG SUKSES KARNA BEKERA
1.       Pandai dan cerdas
2.       Tekun dalam bekerja
3.       Tidak malas
4.       Rajin dan giat dalam bekerja
5.       Disiplin













KARAKTERISTIK WIRAUSAHA YANG INGIN SAYA MILIKI
1.       Ingin bisa menciptakan inovasi-inovasi baru
2.        percaya diri
3.       Pantang menyerah dan tidak mudah putus asa
4.       Tekun
5.       Pekerja keras
6.       Sabar
7.       Optimis
8.       Disiplin
Dari semua sikap inilah yang ingin saya miliki agar saya bisa menjadi seperti apa yang saya impikan, menjadi seorang wirausaha yang sukses dengan usia semuda mungkin, karna tanpa memiliki sikap seperti di atas rasanya mustahil jika kita bisa mencapai kesuksesan yang kita inginkan.


SUMBER
Ø  m.merdeka.com/profil/indosenesia/d/dahlan-iskan/

Selasa, 02 Juni 2015

pengertian dan pandangan islam tentang sesajen



SESAJEN
Sesajen merupakan warisan budaya hindu dan budha yang biasa nya di lakukan untuk memuja para dewa, roh tertentu atau penunggu tempat (pohon, batu, persimpangan) dan lain - lain, yang mereka yakini dapat mendatangkan keburuntungan atau menolak kesialan, sesajen yang di lakukan biasa nya seperti upacara menjelang panen yang mereka persembahkan kepada dewi sri ( dewi pwdi dan dewi kesuburan ) yang mungkin masih di lakukan di sebagian daerah jawa, lalu ada lagi yakni upacara ngelarung (membuang kesialan ) kelaut yang masih banak di lakukan oleh masyarakat yang tinggal di pesisir pantai selatan pulau jawa tepatnya di tepian samudra Indonesia.
Sesajen ini sendiri memiliki nilai yang sangat sakral bagi pandangan masyarakat yang masih mempercayai nya, tujuan dari pemberian sesajen ini biasa nyadi lakukan untuk mencari atau mendatangkan berkah, pemberian sesajen ini biasa nya di lakukan di tempat – tempat yang di anggap oleh masyarakat setempat itu sebagai tempat yang kermat dan mempunyai nilai ghaib atau magis yang tinggi, dan sesajeen ini merupakan suatu keharusan yang harus dan pasti ada dalam setiap acara bagi mereka orang – orang yang asih mempercayai nya dan masih memegan teguh adat jawa, penyebutan sesajen biasanya bermacam – macam, ada yang menyebut dengan sebutan “ dang ayu ” dan ada yang menyebut dengan sebutan “ cok bakal ” walaupun sebutan untuk sesajen itu berbeda – beda namun memiliki inti dan tujuan yang sama, sesajen menurut masyarakat yang masih sangat kental dengan adat istiadat jawa yaitu mengandung arti pemberian sesajian – sesajian sebagai penghormatan atau rasa syukur terhadap semua yang terjadi di masyarakat sesuai dengan bisikan ghaib yang berasal dari para normal atau tetuah – tetuah adat setempat. Sebelum kita mendalami lebih lanjut lagi tentang sesajen sebaik nya kita harus mengetahui terlebih dahulu arti dan simbol – simbol atau siloka kearifan lokal ini.
1.      Padi, gabah, beras, dan nasi (tumpeng) melambangkan ketuntasan dan kesempurnaan, arti nya jika melakukan sesuatu itu harus dengan tuntas dan tidak setengah – setengah sedangkan tumpeng berasal dari kata “ tumung kulo sing mempeng ” artinya jika kita ingin selamat hendak nya kita selalu rajin beribadah.
2.      Urap – urap sayur artinya selama kita hidup kita harus mempunyai arti bagi sesama, lingkungan, agama, bangsa dan Negara. Bisa diartikan bahwa dalam bermsyarakat harus bisa berbaur atau bergaul dengan siapa saja agar hidup menjadi tentram.
3.      Bubur merah putih, bubur ketan hitam, bubur beras merah, bubur jagung, ketan putih, kacang hijau di tempatkan di empat penjuru mata angin, satu di tengah, melambangkan elemen alam (air, api, udara, tanah dan angkasa )
4.      Jajanan pasar menggambarkan kerukunan walaupun ada perbedaan, tenggang rasa. Filosofi jajan pasar yang selalu tersedia pada pukul 3 pagi di pasar tradisional bisa berarti ketekunan dan kedisipilnan kerja yang kemudian mewarnai makna dari penggunaan jajan tersebut.
5.      Pisang raja gandeng, pisang raja menyimbolkan agar cita – cita kita senantiasa luhur, sehingga dapat membangun bangsa dan Negara.
6.      Ayam ingkung melambangkan pengorbanan selama hidup, cinta kasih terhadap sesama dan jugamelambangkan hasil bumi (hewan darat)
7.      Ikan bandeng atau ikan asin (berduri banyak) melambangkan rezki berlimpah, ikan teri (yang hidup nya bergerombol) melambangkan kerukunan.
8.      Telor melambangkan asal mula kehidupan yang selalu berasal dari dua sisi yang berlainan seperti warna telor kuning putih diantara nya laki – laki dan perempuan, siang dan malam, telor pun hanya telor ayam kampung yang di pakai sebagai makna kealamian atau naturalness dari sesajen yang di pakai.
9.      Air di gelas dan bunga, melambangkan air minum yang menjadi kebutuhan  hidup manusia.
10.  Kopi pahit, melambangkan elemen air namun bukan menjadi suatu minuman pokok (kebutuhan sekunder) dan menjadi minuman persaudaraan bila adaa perkumpulan atua pertemuan.
Budaya sesajen itu timbul dari nenek moyang kita, di lihat dari kehidupan mereka dahulu nenek moyang kita itu slelalu bergotong royong, bentuk kerja sama atau gotong royong tersebut terdapat dalam susunan masyarakat, orang desa selalu tolong menolong apabila ada kesukaran atau malapetaka, mereka merasa bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi, ini lah sifat mulia yang di miliki oleh bangsa kita di masa lalu. Di sini sesajen dapat di artikan sebagai sajian atau hidangan, sesajen mamilki nilai sakral di sebagian besar masyarakat kita pada umum nya, acara sacral ini di lakukan untuk mencari atau mengaharap berkah di tempat – tempat tertentu yang di yakini keramat atau memiliki kekuatan ghaib, sedangkan penyajian nya di tentukan pada hari – hari tertentu.
Banyak kaum muslimin berkeyakinan bahwa acara tersebut merupakan hal yang biasa bahkan dianggap sebagai bagian dari pada kegiatan keagamaan,sehinga di yakini pula apabila suatu tempat atau benda keramat yang di beri sesaji itu tidak di beri sesaji maka oran nya akan kualat (celaka, terkena kutukan), aneh nya perbuatan yang sebenar nya pengaruh dari ajaran animisme dan dinamisme ini masih marak di lakukan oleh orang – orang pada jaman modernisasi yang seba canggih ini. Hal ini membuktikan bahwa sebenar nya manusia secara naluri atau fitrah meyakini adanya penguasa yang maha besar, yang pantas dijadikan tempat meminta, mengadu, berlindung dan lain – lain. Fitrah inilah yang mendorong manusia untuk mencari penguasa yang maha besar, pada akhir nya ada yang menemukan batu besar pohon – pohon, benda – benda kuno dan sebagai nya lalu di agungkan lah benda – benda tersebut, penganggungan itu sendiri di ekspresikan melalui sesajen yang tak lepas dari unsure – unsure penghinaan diri sendiri, rasa takut, berharap, tawakkal, doa dan lainya. Islam datang membimbing manusia agar berjalan di atas fitrah yang lurus dengan di turunkan nya syariat yang yang agung manusia menjadi tau bahwa hanya allah lah yang patut di sembah dan hanya kepada allah lah kita meminta pertolongan bukan kepada yang lain nya.
Allah SWT berfiman :
“dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar menyembah-Ku” (QS.ad Dzaryat : 56 )
Dari keterangan di atas menunjukkan bahwa acara ritualisme sesajen bertentangan dengan syariat islam yang murni, sebab di dalam nya mengandung pengaggungan, penghambaan, pengharapan, takut yang seharus nya hanya di peruntukkan kepada allah semata. Ritual mempersembahkan tumbal atau sesajen kepada makhluk halus atau jin yang di anggap seabagai penunggu atau penguasa tempat keramat tertentu adalah kebiasaan syirik (menyekutukan allah) yang sudah berlangsung turun temurun di masyarakat kita, mereka meyakini bahwa makhluk halus tersebut punya kemampuan untuk memberikan kebaikan atau meninpakan mala petaka kepada siapa saja, sehingga dengan memberikan tumbal atau sesajen tersebut mereka berharap dapat meredam kemarahan makhluk halus itu dan agar segala permohonan mereka di penuhi nya.


Allah SWT berfirman :
“dan bahwasan nya ada beberapa orang dari (kalangan) manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki – laki dari (kalangan) jin, maka jin – jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al – jin : 6).
Artinya orang – orang di zaman jahiliyah meminta perlindungan kepada para jin dengan mempersembahkan ibadah dan penghambaan diri kepada jin tersebut, seperti menyembelih hewan (sebagai tumbal), bernadzar, memnta pertolongan dan lain – lain. Oleh karena itu maka mempersembahkan ibadah kepada selain allah SWT (baik itu jin, makhluk halus atau pun manusia) dengan tujuan untuk mengaggungkan dan mendekatkan diri kepada nya, yang di kenal dengan istilah tumbal atau sesajen adalah perbuatan dosa yang sangat besar bahkan merupakan perbuatan syirik yang sangat besar karena telah menyekutukan allah SWT.
Allah SWT berfirman :
“sesungguh nya allah hanya mengharamkan bagi mu bangkai, darah, daging babi, dan sembelihan yang di persembahkan kepada selain allah.” (QS. Al-baqarah : 173)
Dalam sebuah hadist shahih, dari ali bin abi thalib r.a, bahwa rosululloh saw bersabda “allah melaknat orang yang menyembelih (berqurban) untuk selain nya”
Allah SWT berfirman :
“sesungguh nya, allah tidak akan mengampuni (dosa) perbuatan syirik (menyekutukan nya) dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang di kehendaki nya. Barang siapa yang menyekutukan allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang sangat besar” (QS. An - Nisaa’ : 48).
Maka ikut berpartisipasi dan membantu terselenggara nya acara ini dalam segala bentuk nya adalah dosa yang sangat besar , karena termask tolong menolong dalam perbuatan maksiat yang sangat besar kepada allah yaitu perbuatan syirik.
Allah SWT berfirman :
“dan tolong menolong lah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jaangan lah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran dan bertaqwalah kamu kepada allah, sesungguh nya allah amat berat siksa nya.” (QS. Al-maaidah : 2)
Hukum memanfaatkan makanan atau harta yang di gunakan untuk tumbal atau sesajen, jika makanan tersebut berupa hewan sembelihan maka tidak boleh di manfaatkan dalam bentuk apapun, baik untuk di makan atau pun di jual, karena hewan sembelihan tersebut di persembahkan kepada selain allah maka daging nya haram dan najis, ada pun jika makanan tersebut selain hewan sembelihan, demikian juga harta, sebagian para ulama’ ada yang mengharamkan nya dan menyamakan hokum nya dengan hewan sembelihan itu tadi, akan tetapi menurut pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini adalah pendapat yang di kemukakan oleh syaikh abdul aziz bin baz yang membolehkan pemanfaatan dan harta tersebut selain sembelihan karena hokum asal makanan atau harta tersebut adalah halal dan telah di tinggalkan oleh pemilik nya
Menurut pendapat saya pribadi setelah saya membaca dari beberapa hadist diatas, sesajen adalah salah satu perbuatan yang seharus nya di jauhi dan tidak di lakukan oleh manusia terutama orang islam, karena perbuatan yang seperti itu adalah perbuatan dosa yang sangat besar (syirik), Allah SWT sudah menjelas di dalam firman nya bahwa dosa syirik adalah dosa yang sangat besar dan tidak akan di ampuni, oleh karena itu sebaik nya jangan lah sekali – kali kita melakukan perbuatan itu (sesajen), marilah kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT agar kita slalu di lindungi dan di jauh kan dari perbuatan yang tidak baik seperti itu
REFERENSI
1.      linguafranca.info/tag/sesajen/
2.      qaulan-sadida.blogspot.com/2013/03/hokum-sesajen-dalam-islam.html
3.      m.muslim.or.id/aqidah/tumbal-dan-sesajen-tradisi-syirik-warisan-jahiliyah.html

Kamis, 21 Mei 2015

SEBAGAI MAHASISWA PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA, URAIKAN PENDAPAT SAUDARA MENGAPA SAUDARA WAJIB MENGIKUTI MATA KULIAH FILSAFAT ILMU ?

menurut pendapat saya kenapa kita wajib mengikuti mata kuliah filsafat itu karena dengan kita mengikuti filsafat ilmu kita bisa mengetahui cara mencari suatu kebenaran yang masih bersifat opini atau belum terbukti kebenarannya, dari sini kita juga bisa belajar menjadi seorang filsuf, di dalam filsafat ilmu itu mengajarkan tentang hal-hal nyata dan yang tidak nyata (gaib), setelah belajar filsafat ilmu kita bisa menyikapi kebenaran itu dengan menggunaka ilmu pengetahuan, dari filsafat ilmu kita juga di ajarkan cara mencari suatu keberanan, karen di dunia ini masih sangat banyak sekali ketidak benaran yang di anggap menjadi suatu kebenaran, mungkin suatu saat kita bisa menunjukkan kepada orang lain tentang kebenaran itu dengan menggunakan cara-cara ilmiah, dari belajar folsafat ilmu kita juga bisa mengetahui tentang dunia, agama, dan juga manusia, saat kita belajar filsafat ilmu rasa ingin tahu kita tentang kebenaran itu akan menjadi sangat tinggi, karena sebelumnya kita tidak mengerti apa-apa, tapi setelah kita belajar filsafat ilmu kita jadi banyak mengetahui tentang apa saja yang belum pernah kita ketahui

Teknologi cloning dilihat dari sudut moral dan etika

Perkembangan teknologi pada zaman sekarang memang sudah sangat pesat, salah satunya dengan adanya teknologi kloning ini, pada zaman sekarang banyak para ilmuan-ilmuan yang melakukan penelitian tentang kloning ini, kloning sendiri dalam biologi adalah proses menghasilkan individu-individu dari jenis yang sama (populasi) yang identik secara genetik, menurut sayang cloning itu boleh di lakukan tetapi hanya kepada tumbuhan dan hewansaja, karena tujuan cloning pada tumbuhan dan hewan itu bertujuan untuk memperbaiki kualitas, meningkatkan produktifitas dan mencari obat alami bagi penyakit manusia guna menggantikan obat-obatan kimia yang menimbulkan efek samping terhadap kesehatan manusia, di lihat dari sudut moral dan etika cloning pada tumbuhan dan hewan itu tidak merugikan tumbuhan dan hewan itu sendiri, karena pada dasarnya tekhnologi cloning pada tumbuhan dan hewan ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas tumbuhan dan hewan itu sendiri, teknologi kloning ini juga bisa di gunakan untuk menghidupkan kembali hewan atau tumbuhan yang sudah punah Tetapi jika tekhnologi cloning ini di lakukan pada manusia menurut ajaran islam itu sangat di haramkan, karenan melihat fakta cloning manusia secara menyeluruh islam mengharamkan cloning pada manusia itu dengan beberapa alasan, yaitu, anak-anak produk cloning di hasilkan melalui cara yang tidak alami, padahal cara alami inilah yang di tetapkan oleh syariat islam sebagai sunnatullah menghasilkan keturunannya, anak-anak dari hasil cloning dari perempuan tanpa adanya laki-laki tidak akan mempunyai ayah, namun ada juga yang berpendapat kalau cloning pada manusia itu di perbolehkan tergantung dari cara cloning yang di lakukan, tetapi menurut pendapat cloning itu adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji, karena islam saja sudah mengharamkan cloning pada manusia, jadi saya sebagai orang yang beragama islam sangat percaya dan patuh akan apa yang telah tercantum di dalam islam sumber : www.e-jurnal.com/2013/09/hukum-kloning-dalam-pandangan-islam.html?m=1

Teknologi cloning dilihat dari sudut moral dan etika

Perkembangan teknologi pada zaman sekarang memang sudah sangat pesat, salah satunya dengan adanya teknologi kloning ini, pada zaman sekarang banyak para ilmuan-ilmuan yang melakukan penelitian tentang kloning ini, kloning sendiri dalam biologi adalah proses menghasilkan individu-individu dari jenis yang sama (populasi) yang identik secara genetik, menurut sayang cloning itu boleh di lakukan tetapi hanya kepada tumbuhan dan hewansaja, karena tujuan cloning pada tumbuhan dan hewan itu bertujuan untuk memperbaiki kualitas, meningkatkan produktifitas dan mencari obat alami bagi penyakit manusia guna menggantikan obat-obatan kimia yang menimbulkan efek samping terhadap kesehatan manusia, di lihat dari sudut moral dan etika cloning pada tumbuhan dan hewan itu tidak merugikan tumbuhan dan hewan itu sendiri, karena pada dasarnya tekhnologi cloning pada tumbuhan dan hewan ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas tumbuhan dan hewan itu sendiri, teknologi kloning ini juga bisa di gunakan untuk menghidupkan kembali hewan atau tumbuhan yang sudah punah Tetapi jika tekhnologi cloning ini di lakukan pada manusia menurut ajaran islam itu sangat di haramkan, karenan melihat fakta cloning manusia secara menyeluruh islam mengharamkan cloning pada manusia itu dengan beberapa alasan, yaitu, anak-anak produk cloning di hasilkan melalui cara yang tidak alami, padahal cara alami inilah yang di tetapkan oleh syariat islam sebagai sunnatullah menghasilkan keturunannya, anak-anak dari hasil cloning dari perempuan tanpa adanya laki-laki tidak akan mempunyai ayah, namun ada juga yang berpendapat kalau cloning pada manusia itu di perbolehkan tergantung dari cara cloning yang di lakukan, tetapi menurut pendapat cloning itu adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji, karena islam saja sudah mengharamkan cloning pada manusia, jadi saya sebagai orang yang beragama islam sangat percaya dan patuh akan apa yang telah tercantum di dalam islam sumber : www.e-jurnal.com/2013/09/hukum-kloning-dalam-pandangan-islam.html?m=1

Teknologi cloning dilihat dari sudut moral dan etika

Perkembangan teknologi pada zaman sekarang memang sudah sangat pesat, salah satunya dengan adanya teknologi kloning ini, pada zaman sekarang banyak para ilmuan-ilmuan yang melakukan penelitian tentang kloning ini, kloning sendiri dalam biologi adalah proses menghasilkan individu-individu dari jenis yang sama (populasi) yang identik secara genetik, menurut sayang cloning itu boleh di lakukan tetapi hanya kepada tumbuhan dan hewansaja, karena tujuan cloning pada tumbuhan dan hewan itu bertujuan untuk memperbaiki kualitas, meningkatkan produktifitas dan mencari obat alami bagi penyakit manusia guna menggantikan obat-obatan kimia yang menimbulkan efek samping terhadap kesehatan manusia, di lihat dari sudut moral dan etika cloning pada tumbuhan dan hewan itu tidak merugikan tumbuhan dan hewan itu sendiri, karena pada dasarnya tekhnologi cloning pada tumbuhan dan hewan ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas tumbuhan dan hewan itu sendiri, teknologi kloning ini juga bisa di gunakan untuk menghidupkan kembali hewan atau tumbuhan yang sudah punah Tetapi jika tekhnologi cloning ini di lakukan pada manusia menurut ajaran islam itu sangat di haramkan, karenan melihat fakta cloning manusia secara menyeluruh islam mengharamkan cloning pada manusia itu dengan beberapa alasan, yaitu, anak-anak produk cloning di hasilkan melalui cara yang tidak alami, padahal cara alami inilah yang di tetapkan oleh syariat islam sebagai sunnatullah menghasilkan keturunannya, anak-anak dari hasil cloning dari perempuan tanpa adanya laki-laki tidak akan mempunyai ayah, namun ada juga yang berpendapat kalau cloning pada manusia itu di perbolehkan tergantung dari cara cloning yang di lakukan, tetapi menurut pendapat cloning itu adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji, karena islam saja sudah mengharamkan cloning pada manusia, jadi saya sebagai orang yang beragama islam sangat percaya dan patuh akan apa yang telah tercantum di dalam islam sumber : www.e-jurnal.com/2013/09/hukum-kloning-dalam-pandangan-islam.html?m=1